ARTIKEL TENTANG BISNIS MAKANAN

PENDAHULUAN


Bisa dikatakan bisnis di bidang makanan tidak ada matinya. Itu dikarenakan pada dasarnya semua orang suka makan. Keuntungan yang didapat juga lumayan, lho, bisa sampai 100%!

Tapi banyak orang yang bingung tentang cara menghitung modal usaha untuk memulai bisnis mereka. Pada artikel ini saya akan membagikan ilmu cara menghitung modal dan variabel lain dalam memulai bisnis, dalam hal ini bisnis makanan.

A. GAMBARAN BISNIS MAKANAN

1. BAHAN BAKU

Bahan baku dalam pembuatan makanan diusahakan yang mudah dicari di toko-toko bahan makanan, pasar-pasar tradisional atau mal. Disarankan untuk membeli bahan baku yang berkualitas, karena akan menghasilkan makanan lezat dan bergizi.


2. PERLENGKAPAN USAHA

Untuk skala usaha kecil dan menengah(UKM), bisa Anda lihat dulu di dapur Anda, apakah ada perlengkapan dapur yang bisa dipakai. Kalau memang belum ada, disarankan membeli perlengkapan usaha dalam volume kecil terlebih dulu.


3. TENAGA KERJA

Dalam skala kecil, ada baiknya produksi makanan kita tangani sendiri dulu bersama keluarga. Karena selain tidak membayar tenaga kerja, kualitas bahan dan pembuatan makanan juga terjaga. Tapi kalau sudah mulai banyak pesanan, tidak ada salahnya kita mengambil tenaga kerja.


4. PENGEMASAN

Perlu dipikirkan cara mengemas makanan jualan kita semenarik mungkin untuk memberikan nilai lebih pada produk Anda.. Banyak orang yang membeli makanan karena kemasannya cantik atau unik. Bisa juga dengan dus polos yang kita tempel stiker nama usaha makanan kita. Kalau sudah mulai maju, bisa dengan pesan dus berbagai ukuran dengan tulisan brand kita yang dicetak.

5. PROMOSI DAN PENJUALAN

Banyak cara yang dilakukan untuk mempromosikan makanan seperti membuat spanduk, kartu nama atau konsumen dari mulut ke mulut atau melalui website/jejaring sosial. Untuk awal, Anda bisa menitip penjualan makanan ke kantin atau toko terdekat.

6. PENETAPAN HARGA

Harga jual tergantung segmen yang kita bidik, karena berkaitan dengan harga bahan dan besar keuntungan yang kita inginkan. Biasanya keuntungan makanan antara 50 – 100%.

B. BIAYA INVESTASI,

meliputi pembelian barang-barang yang memang kita gunakan untuk memproduksi makanan dalam kurun waktu yang cukup lama. Misalnya: oven gas, tabung gas, mixer, loyang, cetakan, timbangan, baskom, dan lain-lain.

C. BIAYA OPERASIONAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL

Biaya tetap adalah biaya penyusutan dari barang investasi. Misalnya oven diperkirakan masih bagus digunakan sampai 4 tahun atau 48 bulan. Jadi nilai penyusutan per bulan adalah 1/48 kali harga oven.

Sedangkan biaya variabel meliputi harga semua bahan atau jasa yang diperlukan selama sebulan seperti tepung, margarine, gula pasir, telur, tenaga kerja dan lain-lain.

D. KEUNTUNGAN = TOTAL PENERIMAAN – TOTAL BIAYA OPERASIONAL

Jadi kalau total penerimaan sebulan Rp 6 juta, sedangkan total biaya operasioanalnya Rp 3 juta, jumlah keuntungan adalah Rp 6 juta – Rp 3 juta yaitu Rp 3 juta. Mudah bukan? Selamat menjadi pengusaha!

Tips Seputar Usaha Makanan :

a. Pilih jenis makanan yang Anda kuasai terlebih dulu.

b. Jangan sungkan-sungkan minta masukan dari pembeli atau pelanggan mengenai rasa atau tampilan makanan yang Anda jual.

c. Selalu buat inovasi baru untuk bentuk dan jenis makanan yang dijual.

sumber : majalah nova edisi 08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: